Triputra Agro (TAPG) Bangun Pabrik Kelapa Sawit
Tetapi seiring dengan sudah mulai dipanennya kebun kelapa sawit yang dimiliki Rimdu, maka pasokan TBS dari luar dihentikan. Untuk menjaga kualitas CPO juga dilakukan dengan menjaga kebersihan pabrik dan prosedur kerja harus sesuai dengan petunjuk teknis untuk menjalankan pekerjaan. Untuk mempertahankan kualitas rendemen di pabrik maka asisten pengawasan mutu selalu menjaga agar kualitas TBS tetap sesuai dengan standar pabrik. Sedangkan pada sistem pembibitan dua tahap (double stage), dilakukan pembibitan awal (Pre Nursery) terlebih dahulu selama ± 3 bulan pada polybag berukuran kecil dan selanjutnya dipindah ke pembibitan utama (Main Nursery) dengan polybag berukuran lebih besar. Kebun Rimbo Dua sendiri memiliki dua bagian yaitu kebun kelapa sawit yang terdiri dari 5 Afdeling dan pabrik kelapa sawit. Perencanaan itu sendiri merupakan langkah awal sebelum proses produksi dilaksanakan. Hal ini karena harga CPO akan mempengaruhi jumlah produksi yang akan dihasilkan dan berpengaruh juga terhadap permintaan CPO itu sendiri. Selain itu perubahan harga CPO di pasar dunia juga mempengaruhi jumlah permintaan dan penawaran. Fluktuasi harga CPO mempengaruhi proses produksi pabrik. Dalam perencanaan produksi, faktor yang tidak kalah penting adalah harga CPO yang mengalami fluktuasi. Rendemen kelapa sawit menunjukkan berapa kandungan minyak sawit yang berada didalam buah sawit atau TBS.
Viscositas atau kekentalan massa cairan yang akan berpengaruh terhadap kecepatan pemisahan minyak. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Dengan demikian perencana strategis (strategic planner) harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Limbah yang menjadi perhatian di PKS adalah limbah cair atau yang lebih dikenal dengan POME (palm oil mill effluent). Selain itu, tandang kosong sawit (TKS) yang merupakan limbah padat PKS dapat dimanfaatkan sebagai bahan organik. Pertama, minyak yang berasal dari daging buah (mesocarp) yang dihasilkan melalui proses perebusan dan pemerasan (press), dikenal sebagai minyak sawit kasar atau crude palm oil (CPO). Selain itu, bagian support juga memiliki fungsi sebgai pengontrol kualitas dan kuantitas dari hasil produksi yang dilakukan, serta melakukan evaluasi terhadap kondisi Pabrik Kelapa Sawit. Hal ini akan berpengaruh juga pada jumlah produksi yang dihasilkan. Nut yang masuk kedalam polishing drum untuk dibersihkan dari kotoran yang masih terbawa dan memisahkan dari serabut-serabut yang masih merekat. Ini masih jauh dari kapasitas pengolahan pabrik yang mencapai 700 ton/hari. Diungkapkannya, pada tahun 2018 lalu saat baru tiga bulan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bangka mendapatkan tantangan dan gejolak luar biasa dari masyarakat petani kelapa sawit yang kebingungan untuk menjual hasil produksi kebun kelapa sawitnya serta harga jual anjlok hanya Rp 500- 600 per kg.
Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang dimiliki PTP Nusantara VI adalah 5 buah dimana PKS Rimdu saat ini merupakan satu-satunya PKS yang memperoleh pasokan TBS dari kebun inti saja. Hal ini dapat di kombinasikan dengan dasar kalor yang memiliki unsur kinetic dimana uap adalah udara yang bergerak dan bertekanan. Mesin-mesin beroperasi secara kontinyu sehingga jalannya fungsi satu mesin tidak terlepas dari jalannya mesin yang sebelumnya begitu pula dengan jalan mesin setelahnya. Sejak itu PKS Kebun Rimdu memperoleh pasokan bahan baku dari kebun inti yaitu Kebun Rimsa (Rimbo Satu) dan Kebun Rimdu (Rimbo Dua). Sedangkan PKS lain memperoleh pasokan dari kebun inti dan kebun plasma serta perusahaan di luar PTP Nusantara VI. Tenaga kerja di PTP Nusantara VI bukanlah Pegawai Negeri Sipil (PNS), pemberlakuan golongan kepangkatan hanya mengikuti ketentuan dari kantor direksi yang berguna untuk menyamakan gaji dan tunjangan bagi seluruh tenaga kerja PTP Nusantara VI. 2. Cangkang dan serabut merupakan limbah dari pabrik kelapa sawit apabila tidak digunakan. Limbah ini merupakan sumber pencemaran yang potensial bagi manusia dan lingkungan, sehingga pabrik dituntut untuk mengolah limbah melalui pendekatan teknologi pengolahan limbah (end of the pipe). Pengendalian produksi dimaksudkan untuk mendayagunakan sumber daya produksi yang terbatas secara efektif, terutama dalam usaha memenuhi permintaan konsumen dan menciptakan keuntungan bagi perusahaan, Yang dimaksudkan sebagai sumber daya adalah mencakup fasilitas produksi, tenaga kerja, dan lain sebagainya.
Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI) merupakan penggabungan dari unit usaha bekas PTP III, PTP IV, PTP VI, dan PTP VII di Wilayah Jambi dan Sumatera Barat. Perkebunan Nusantara III (persero) Aek Nabara Selatan Labuhan Batu. PTP Nusantara VI (Persero) adalah BUMN yang bergerak di sektor agribisnis dan menjadikan komoditi kelapa sawit sebagai unggulan utama perusahaan karena komoditi ini dan produk turunannya memiliki prospek cerah. PTP Nusantara VI (Persero) sebagai pengelola perkebunan kelapa sawit Negara memiliki wilayah kerja di dua Propinsi yaitu Propinsi Jambi dan Sumatera Barat. Analisis data yang digunakan dilakukan dengan analisis kualitatif dengan menggunakan metode SWOT yaitu dengan menganalisa faktor internal dan eksternal perusahaan baik kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengadaan dan pengendalian bahan baku di pabrik kelapa sawit PTP Nusantara VI. Dalam mengumpulkan data primer dan sekunder digunakan teknik wawancara, dengan menggunakan schedule quistioner ataupun interview guide (Nazir, 2003). Data yang dikumpulkan adalah data enam bulan terakhir yaitu data dari bulan Juli sampai Desember 2008 karena saat itu terjadi fluktuasi harga CPO dan TBS. PKS Kebun Rimbo Dua (Rimdu) berdiri pada bulan Juni 2006 dan menghasilkan CPO/minyak sawit mentah dan PK/inti sawit. 4. Sasaran pengembangan PKS M-1000 adalah kelompok pekebun kecil kelapa sawit swadana, usaha perkebunan besar skala kecil, dan usaha perkebunan skala menengah yang ongkos angkut TBS ke PKS lebih dari Rp75/kg TBS.
Comments
Post a Comment