PROSES PENGOLAHAN SAWIT
Minyak yang keluar ditampung dengan talang dann dialirkan ke dalam Crude Oil Tank (tangki minyak kasar) melalui saringan getar. Setelah penyaringan ini maka dilakukan pemanasan minyak kasar di Raw Oil Tank hingga temperatur 98-100 derajat celcius. Pengawasan disini harus ketat karena jika tekanan uap tidak cukup maka presentase buah yang tidak lepas dari tandan akan tinggi. Kapasitas tidak boleh melebihi dari pada ketentuan, bila lebih dari pada ketentuan maka hasil kerja dari pada Alva Laval tidak sempurna. Hasil pembakaran bahan bakar yang sempurna dan terpenting adalah pemakaian bahan bakar dengan debit dan komposisi serabut (fiber) dan cangkang yang tepat. 1. Proses pengolahan tidak sempurna sehingga mengakibatkan pengutipan minyak dan inti rendah. Sedangkan proses pengolahan dalam pabrik hanya berfungsi menekan kehilangan dalam pengolahannya, sehingga kualitas CPO yang dihasilkan tidak semata-mata tergantung dari TBS yang masuk ke dalam pabrik. Lori-lori yang telah berisi TBS di masukan ke ketel rebusan dengan bantuan seperti loko, kapstander dan lier.
Setiap ton TBS yang di olah memerlukan ± 0,5 ton uap air yang dihasilkan oleh ketel uap. Bagian tanaman kelapa sawit yang bernilai ekonomi tinggi adalah buahnya yang tersusun dalam sebuah tandan, biasa disebut dengan TBS (Tandan Buah Segar). Proses pengolahan menjadi minyak dapat dilakukan dengan cara yang sederhana dan dapat pula dengan teknologi tinggi yang sudah biasa digunakan oleh perkebunan-perkebunan besar yang menghasilkan minyak sawit mentah (crude palm oil) dengan kualitas ekspor. Fungsi dari Vibro Separator adalah untuk menyaring Crude Oil dari serabut dan atau kotoran lain nya yang dapat mengganggu proses pemisahan / pemurnian minyak. TBS yang telah ditimbang kemudian di periksa atau disortir terlebih dahulu tingkat kematangan buah menurut fraksi fraksinya. Loading ramp merupakan suatu bangunan dengan lantai berupa kisi-kisi pelat besi berjarak 10 cm dengan kemiringan 45oC. Kisi-kisi tersebut berfungsi untuk memisahkan kotoran berupa pasir, kerikil dan sampah yang terikut dalam TBS. Sedangkan proses pengolahan dalam pabrik hanya berfungsi meminimalkan kehilangan (loses) dalam proses pengolahannya. Penimbangan bertujuan untuk mengetahui berat muatan (TBS) yang diangkut sehingga memudahkan dalam perhitungan atau pembayaran hasil panen serta memudahkan untuk proses pengolahan selanjutnya.
Sementara itu, inti minyak kelapa sawit tidak memiliki beta-karoten sehingga komposisi warnanya pun berbeda. Pada prinsipnya proses pengolahan kelapa sawit adalah proses ekstraksi CPO secara mekanis dari tandan buah segar kelapa sawit (TBS) yang diikuti dengan proses pemurnian. Sebelum masuk kedalam Loading Ramp, TBS ditimbang terlebih dahulu. Tandan Buah Segar (TBS) dari lapangan di angkut kepabrik dengan truk langsung di timbang di pabrik, kemudian buah dipindahkan ke loading ramp. Setelah truk buah ditimbang, kemudian dibongkar di loading ramp. Pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS) menuju pabrik pengolahan kelapa sawit dilakukan dengan menggunakan alat transportasi berupa Truk atau Traktor. Pahan, I. 2006. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. 1. Untuk mengetahui penanganan pasca penen kelapa sawit langsung dilapangan. Mengetahui secara langsung tahapan-tahapan pasca panen serta proses pengolahan kelapa sawit di lapangan. 1.2.1 Bagaimana penanganan pasca panen kelapa sawit ? Keseharian Pak Robi di pabrik pengolahan kelapa sawit dimulai pukul 06.30 WIT, dimana ia bersama para karyawan melakukan senam pagi. Selain faktor selera pemilik , ada faktor - faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan rancangan bangun pabrik kelapa sawit . Kemudian PT Gajah Sakti Sawit (GSS) pabrik kelapa sawit tutup pada Sabtu (27/8), kini pabrik GGS kembali buka dan menerima tandan buah segar kelapa sawit petani di daerah ini.
1.2.2 Apa saja tahapan-tahapan pengolahan kelapa sawit mejadi bahan mentah ( CPO ) ? 1.2.3 Apa saja perlakuan mekanis, fisik, dan kimia pada pengolahan kelapa sawit ? Fungsi dari Cake Breaker Conveyor adalah untuk membawa dan membantu memisahkan gumpalan yang terdiri dari biji sawit / nut dan Fiber (serabut) yang berasal dari stasiun Press ke depericarper. 16.3. Apa Sumber, Macam dan Volume Limbah dari Pabrik ? Listrik dan uap bekas dari turbin uap di pergunakan pabrik sebagai sumber tenaga penggerak dan pemanasan. Penurunan suhu limbah dilakukan dengan cara mengalirkan ke tanki pendingin (cooling tower) atau melalui aliran parit yang panjang dan terbuka. Cara Pemanenan Kelapa Sawit harus dilakukan dengan baik sesuai dengan standar yang telah ditentukan, hal ini bertujuan agar pohon yang telah dipanen tidak terganggu produktifitasnya atau bahkan lebih meningkat dibandingkan sebelumnya. Kelapa sawit mulai berbunga pada umur 12 bulan. Sementara untuk penambahan dua pabrik kelapa sawit baru, akan dibiayai melalui hasil operasional perusahaan. Publikasi Statistik Kelapa Sawit Indonesia 2018 ini merupakan seri publikasi tahunan Badan Pusat Statistik. Potensi kelapa sawit ini bisa menjadi sangat berguna bagi kesejahteraan masyarakat. Menurut Hatley (1976) sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit harus mempunyai bagian-bagian sebagai berikut: 1. Sterilisasi tandan sawit, 2. Pemberondolan (stripping) tandan, 3. Pengadukan dan peremasan buah sawit (digesting and pressing), 4. Ekstraksi, 5. Penjernihan minyak (clariffing the oil), 6. Pemisahan serabut dari biji sawit, 7. Pengeringan biji, 8. Grading biji sawit dan pemecahan biji sawit, 9. Pemisahan inti sawit dari tempurungnya, 10. Pengeringan inti sawit dn tahap pengarungannya (bagging).
Comments
Post a Comment