Rotary Brush Strainer
Tetes dari setiap pabrik gula ditampung dalam tangki penampung tetes. Setelah itu tetes bersih akan ditampung di penampung tetes bersih, yaitu tangki 105 dan tangki 108, dan selanjutnya digunakan di proses fermentasi. Tetes bersih lalu dipompa ke mesin westfalia separator untuk dipisahkan antara cairan yang mengandung endapan yang disebut PPT (precipitate) dan tetes bersih. Sedangkan PPT yang berupa endapan dari SDC masuk ke unit pengolahan limbah (UPL). Unit fermentasi merupakan tahap pengolahan bahan baku menjadi asam glutamat yang melibatkan mikroorganisme pada proses pengubahannya. Pada unit fermentasi ini terdapat tiga tahap proses utama yaitu molases treatment, seeding dan fermentasi. Analisa tersebut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan menurunnya kadar gula yang terdapat dalam tetes selama berada di tangki penampung tetes. Batas kadar Ca dalam tetes bersih maksimum 1000 ppm. Tetes bersih dari PPT masuk ke tangki penampung sementara (recycling) dan kemudian masuk ke sand cyclone kembali untuk dipisahkan dari kotoran. Pendapatan ini ada pendapatan kotor (pendapatan sebelum pajak), bunga investasi pendapatan dan pendapatan bersih. Dalam proses perebusan minyak yang terbuang kurang lebih sebanyak 0,8%. Proses perebusan ini memerlukan uap untuk memanaskan sterilizer yang disalurkan dari boiler. Penemuan pertama adalah bensin nabati RON 110 yang masih dalam pengembangan pilot plant bensin nabati kapasitas 10 liter/hari.
Kemudian dialirkan ke dalam bak penampung yang terbuat dari beton dengan kapasitas 20 kiloliter dan dilengkapi dengan 2 buah pengaduk. Rata-rata kapasitas dari tiap lori rebusan adalah 2,5 ton/lori. Penetesan air dari packing. Cairan yang terpisah dinamakan air PPT yang masih banyak mengandung kadar gula/total sugar (TS). Pemasakan tetes bertujuan untuk mengurangi kadar Ca dan kotoran lain yang tidak dikehendaki. Kadar ALB minyak inti tinggi. Zat-zat-zat yang tidak dikehendaki tersebut berupa unsur Ca yang tinggi yang berada dalam tetes. Tetes yang berada dalam tangki penampung dianalisa komposisinya terlebih dahulu sebelum digunakan untuk proses fermentasi. Tujuan utama proses fermentasi adalah untuk mendapatkan hasil metabolisme bakteri yang menghasilkan asam glutamat. PPT (precipitate) hasil dari pengendapan di thickener dan pemisahan di separator akan diendapkan dan diproses lagi di tangki treatment. Kemudian PPT hasil proses pengendapan dimasukkan ke SDC (Super Decanter) untuk dipisahkan cairan dengan endapannya. Tujuan dari proses filtrasi secara biologis adalah untuk menguraikan amonia menjadi nitrit kemudian nitrit menjadi nitrat dengan bantuan bakteri. Sebelum media dimasukkan untuk proses fermentasi, gea rotary brush strainer terlebih dahulu media disterilkan melalui Plate Heat Exchanger (PHE) I/regenerator pada suhu 80oC. Dari PHE I media dimasukkan ke PHE II (heater) pada temperatur 120oC dan dipertahankan sampai 10 menit.
Jika Anda memiliki masalah terkait dengan di mana dan bagaimana menggunakan rotary brush filter, Anda dapat menghubungi kami di halaman kami.
Comments
Post a Comment