Rotary Brush Strainer - PT. Sinartech Beton Perkasa
Yang pertama adalah cake breaker conveyor memiliki fungsi untuk membawa dan memecahkan gumpalan cake dari stasiun press ke depericarper untuk memisahkan fiber dengan nut (biji) dan menjadikan fiber bahan bakar boiler. Sebelum media dimasukkan untuk proses fermentasi, terlebih dahulu media disterilkan melalui Plate Heat Exchanger (PHE) I/regenerator pada suhu 80oC. Dari PHE I media dimasukkan ke PHE II (heater) pada temperatur 120oC dan dipertahankan sampai 10 menit. Bakteri akan berkembang biak dengan perlahan sambil menyesuaikan diri pada larutan media yang terdiri dari air, tetes, H3PO4, MgSO4, MnSO4, FeSO4, HS (Hydrogen Source), urea dan beet molase. 14 buah pintu yang digerakkan oleh kompressor untuk menutup dan membuka pintu sehingga TBS dapat masuk ke dalam lori. Kemudian tangki seeding didinginkan dengan air cooling sampai mencapai 31oC. Proses seeding dilakukan pada suhu 32oC dengan pH 7.4. Bakteri dari laboratorium II dimasukkan dalam botol sakaguchi yang kemudian dihubungkan dengan tabung kecil yang berada disamping tangki seeding. SAND CYCLONE Deskripsi Sand Cyclone berfungsi untuk mengambil pasir halus yang masih terdapat di dalam sludge sebelum diolah pada sludge separator, agar peralatan pada sludge separator dapat terbebas dari keausan dini.
Pastikan kondisi nozzle dan nozzle holder dalam keadaan baik i. Beroperasi pada 15 Ton per / jam, CB Rotary Brush Strainer beroperasi dengan konsumsi daya dan biaya perawatan yang sangat rendah. Crude palm oil adalah komoditas dengan nilai ekonomis tinggi. Crude palm oil tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku pangan sehari-hari saja saja tetapi juga bahan pangan dalam industri restoran hingga produk olahan lainnya. Saat bakteri ditransfer ke dalam tabung, botol sakaghuci dan tabung tersebut ditutup dengan kain yang telah diberi alkohol. Outlet dibuat dari ujung cone dengan menggunakan pipa 2 dan pada bagian atas dilengkapi dengan overflow pipe yang berfungsi untuk mencegah terjadinya limpahan sludge, ujung overflow pipe kembali ke sludge tank. Kemudian cairan Thin Broth (TB) hasil dari proses fermentasi dipompa dan ditampung di tangki TB untuk kemudian diolah di unit isolasi. Kondisi-kondisi tersebut harus selalu diamati dan dikontrol setiap jam sampai proses fermentasi selesai selama kurang lebih 28-30 jam. Tutup kran sludge masuk, biarkan mesin berputar sampai tidak ada sludge di dalam bowl dan pada saluran non oily sludge yang keluar akan terlihat air bersih. Kemudian media dialirkan ke PHE III (cooler) untuk didinginkan sampai suhu 40oC dengan menggunakan air chiller.
Comments
Post a Comment