Rotary Brush Strainer : Lambat tapi bisa Menyumbat
Brush strainer mampu mengurangi serabut yang terdapatpada sludge (lumpur) sehingga tidak mengganggu kerja Sludge Separator / Sludge Centrifuge. Fungsi dari Rotary Brush Strainer adalah untuk mengurangi serabut yang terdapatpada sludge (lumpur) sehingga tidak mengganggu kerja Sludge Separator / SludgeCentrifuge. Jika selama proses fermentasi banyak terbentuk busa, maka perlu dihilangkan dengan penambahan defoamer agar proses fermentasi tidak terganggu. Sebelum proses fermentasi dilakukan sterilisasi tangki, filter udara dan sterilisasi media. Kemudian media dialirkan ke PHE III (cooler) untuk didinginkan sampai suhu 40oC dengan menggunakan air chiller. Implementasinya saat ini baru mencapai 30% biodiesel yang menggunakan. Kemudian tangki seeding didinginkan dengan air cooling sampai mencapai 31oC. Proses seeding dilakukan pada suhu 32oC dengan pH 7.4. Bakteri dari laboratorium II dimasukkan dalam botol sakaguchi yang kemudian dihubungkan dengan tabung kecil yang berada disamping tangki seeding. Bakteri yang digunakan adalah bakteri aerob sehingga dalam perkembangbiakannya dibutuhkan udara. Tabung tersebut terlebih dahulu diberi alkohol untuk mencegah agar bakteri tidak terkontaminasi dengan udara luar.
Sterilisasi peralatan dilakukan sebelum dan sesudah peralatan fermentasi digunakan, karena bakteri yang digunakan untuk fermentasi tidak akan membentuk GA (Glutamic Acid) apabila terkontaminasi oleh bakteri lain. Karakteristik crude palm oil yang memiliki kandungan vitamin E, karotenoid, dan tidak mengandung asam lemak trans maka menunjukan sifat aman bagi kesehatan. Sifat termofisika yang biasa diperlukan untuk membentuk simulasi proses produksi, yaitu : berat molekul, titik beku, properti kritis, entalpi standar, energi pembentukan, tekanan uap, densitas, kapasitas panas dan kalor laten. Proses ini adalah proses panjang yang harus kelapa sawit lewati. Peralatan dan bahan-bahan yang digunakan pada proses fermentasi harus dalam keadaan steril. Kondisi-kondisi tersebut harus selalu diamati dan dikontrol setiap jam sampai proses fermentasi selesai selama kurang lebih 28-30 jam. Proses fermentasi dilakukan dalam fermentor yang dilengkapi dengan pengaduk, coil pendingin, cyclone udara, tabung pemasukan defoamer, tabung pemasuk penicilin dan tabung pemasuk tetes dari tangki feeding. Apabila dalam fermentasi terjadi kontaminasi maka semua bahan-bahan yang difermentasi akan dibuang karena sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi dalam pembentukan GA. Bila terjadi getaran kuat pada mesin agar segera hentikan mesin, cari penyebabnya dan segera perbaiki, kemungkinannya : Bowl tidak balance, agar di-balancing. Mesin ini dirancang dari material stainless steel dengan cara kerja menghilangkan partikel kasar dari lumpur untuk melindungi peralatan hilir.
Comments
Post a Comment